Cegah HIV/AIDS Sejak Dini

HIV/AIDS adalah penyakit intim yang dapat mengganggu siapa saja dari segala usia. Hingga saat ini, upaya untuk menghindari penyebaran HIV dan AIDS masih menjadi salah satu isu kesehatan utama di seluruh dunia. Oleh karena itu, juga berkhasiat bagi Anda untuk mengetahui cara menghindari HIV dan AIDS secara efektif.

Berbagai cara menolak HIV dan AIDS yang harus Anda dengarkan dengan seksama upaya

untuk menjauhi HIV dan AIDS tidak hanya untuk membantu diri sendiri. Membantu menyebarkan infeksi juga ingin merawat keluarga dan kerabat dekat Anda, dan membantu mengurangi risiko wabah penyebaran penyakit yang meluas di zona sekitarnya.

1. Waspadai setiap jalur penyebaran

Bentuk penghindaran HIV AIDS yang paling berguna adalah mengetahui saran tentang penyebaran HIV AIDS. Sayangnya, ada lebih dari satu mitos dan teori tentang penyebaran penyakit ini yang ternyata salah kaprah. Aktivitas seks berisiko, seperti seks vagina, seks oral, atau seks anal yang tidak terlindungi, adalah jalur penyebaran HIV/AIDS yang paling umum. Namun, Anda bisa saja tertular penyakit ini dari hal-hal lain yang belum pernah diprediksi sebelumnya. NLKjr HIV juga dapat ditularkan melalui kontak darah dengan darah dan kontak langsung antara jaringan lendir atau luka terbuka dengan larutan tubuh, seperti darah, ASI, air mani, atau keputihan yang terinfeksi. Misalnya, bukaan mulut, hidung, vagina, rektum, dan penis.

Pada intinya, penyebaran HIV disebabkan oleh perubahan air tubuh antara orang yang terinfeksi dan orang sehat.

2. Hindari kontak langsung dengan

enceran yang terinfeksi HIV Hindari juga waspadai berbagai teknik penyebaran HIV dapat menjadi langkah penghapusan HIV satu kali harus diambil. Namun, Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang mengidap HIV karena Anda tidak akan menjadi stereotip tertentu. Tidak hanya itu, beberapa orang bahkan tidak tahu apakah dia telah terinfeksi HIV.

Untuk pencegahan HIV, lebih baik menghindari memukul darah atau air tubuh orang lain bila memungkinkan.

3. Gunakan Profilaksis Pra-Paparan (PrEP) untuk paparan HIV tidak disengaja

PrEP (Profilaksis Pra-Paparan) adalah kombinasi dari dua obat HIV yaitu tenofovir dan emtricitabine yang dijual dengan julukan Truvada®. Diperoleh dari Centers for Disease Control and Avoidance, mengambil PrEP adalah salah satu trik penghindaran HIV AIDS yang efektif ketika dipakai dengan trik yang konsisten.

Sebagian besar dari dua obat penghapusan HIV AIDS diresepkan dengan cara eksklusif untuk menyesuaikan orang yang memiliki dampak tinggi tertular infeksi HIV. Misalnya, karena Anda memiliki pendamping yang berada dalam analisis positif HIV/AIDS.

Anda dianjurkan untuk minum obat ini sekali sehari sebagai penangkal teman hiv-positif. Obat ini mampu menyembuhkan Anda dengan teknik maksimum HIV yang ditularkan melalui seks anal setelah 7 hari digunakan.

PrEP juga dapat mempertahankan dengan teknik maksimum dari penyebaran HIV melalui seks vagina dan penggunaan jarum suntik setelah 20 hari konsumsi. Obat penghindaran HIV dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh hingga lima tahun penggunaan.

Selama Anda minum obat untuk menjauhi HIV AIDS, Anda mungkin harus menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, tes darah HIV adalah salah satunya. Tes darah ini mencoba mengamati fungsi ginjal sambil memantau respons rehabilitasi Anda. Namun, obat pengendalian HIV relatif mahal akibatnya Anda masih harus terbiasa dengan seks yang dipastikan menjaga risiko tetap rendah.

4. Konsumsi obat Post Exposure Prophylaxis (PEP)

Post Exposure Prophylaxis atau biasa disingkat pep adalah bentuk pelestarian melalui obat-obatan yang dapat dicoba dalam penangkal HIV AIDS. Penghapusan HIV

melalui PEP biasanya dicoba setelah terbentuknya tindakan yang berdampak pada HIV. Misalnya, seseorang yang bekerja dalam perawatan kesehatan yang tidak direncanakan menusuk jarum suntik mantan pasien HIV, korban pemerkosaan, dan seks tanpa kondom dengan satu orang yang mungkin positif HIV atau pada saat Anda tidak yakin dengan status HIV sahabat Anda. Saran penghindaran HIV

melalui PEP adalah menyiapkan obat antiretroviral (ARV) dalam waktu kurang lebih 28 hari untuk menghindari atau memblokir paparan virus HIV agar tidak menjadi infeksi usia hidup.

Hal ini harus dipahami, langkah pencegahan HIV ini merupakan bentuk perlindungan yang hanya dapat dicoba jika ada status darurat medis pada penderita HIV memiliki pangkat negatif. Jadi, jika Anda positif HIV, Anda tidak dapat memiliki penangkal HIV melalui PEP.

5. Waspada terhadap gejala untuk menjauhi HIV

Upaya penghindaran HIV AIDS berikutnya yang dapat dicoba adalah dengan mengidentifikasi gejala HIV atau tanda-tanda penyakit yang muncul.

Karna selalu ditulis mirip dengan entitas serupa “HIV/AIDS”, banyak orang berpendapat keduanya sama. Padahal, HIV dan AIDS adalah situasi yang berbeda.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang mengganggu sistem resistensi tubuh. Singkatnya AIDS adalah kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS dapat dikatakan sebagai langkah terakhir infeksi HIV kronis. Nah NlKjr, karena dua situasinya berbeda, maka gejalanya tampak berbeda.

6. Mengenakan kondom seks yang mendukung National Institutes for Health, penggunaan kondom yang tepat dan konsisten benar-benar efektif untuk menjauhi HIV AIDS. Selama konsumsi kondom dapat mengurangi risiko HIV sebesar 90-95 persen. Namun, gunakan kondom lateks atau poliuretan yang telah terbukti benar-benar efektif dalam mengamankan HIV.

Sebagai sarana penghindaran HIV, kondom sendiri merupakan alat kontrasepsi dan perlindungan dari risiko penyakit yang semakin luas yang mudah didapatkan. Saat ini kondom tersedia dalam berbagai bentuk, warna, tekstur, bahan, dan rasa yang berbeda, dan kondom tersedia untuk pria dan wanita.

Terlepas dari jenisnya, pastikan kondom dipilih dalam dimensi yang sama. Dalam mempraktikkan teknik sunat HIV ini, tidak diperbolehkan menggunakan kondom yang terlalu besar karena bisa kendor dan terlepas dari seluruh penetrasi. Untuk kondom sepintas yang terlalu kecil dapat robek dan rusak, akibatnya memungkinkan air mani mengalir ke dalam vagina.

Anda juga harus tahu kapan waktu teratas untuk menggunakannya. Untuk infeksi HIV maksimum, adalah tepat untuk memakai kondom sejenak setelah ereksi, bukan waktu sebelum ejakulasi.

Tidak hanya ketika menembus, kondom juga tepat dipakai ketika Anda melakukan seks oral atau seks anal. Ingat, HIV dapat ditularkan saat-saat sebelum ejakulasi, karena virus dapat hadir dalam air pra-ejakulasi.

Jika Anda tidak tahu apakah sahabat Anda bebas HIV atau tidak, maka selalu gunakan kondom setiap kali Anda memiliki jenis kemaluan seperti aktivitas pencegahan. Tidak hanya itu, ganti kondom dengan kondom setiap kali ingin beralih ke kegiatan intim lainnya. Intinya, kondom yang dikenakan dalam penghindaran HIV tidak boleh dipakai berulang kali. Tidak tahu itu untuk orang yang sama atau orang yang berbeda.

7. Terbuka satu sama lain dengan pendamping untuk pencegahan HIV

Teknik pencegahan HIV-aids lain yang harus Anda lakukan adalah terbuka satu sama lain dengan semua teman seks yang terlibat. Artinya, ada baiknya Anda satu kali saling membuka diri dan berdialog tentang momen sejarah kesehatan satu sama lain sebelum Anda mulai memiliki ikatan seksual. Meskipun tak terelakkan dan memalukan, memahami dengan benar tentang sejumlah sejumlah dan keluar dari masing-masing benar-benar membantu Anda dalam penangkal HIV dan AIDS. Bahkan, Anda dapat melakukan sikap pencegahan HIV Anda dengan trik lebih lanjut, yaitu mengundang pendamping tes HIV untuk menentukan apakah Anda bebas dari infeksi HIV atau AIDS. Tes HIV

dicoba untuk menetapkan status HIV atau mendiagnosis orang yang terinfeksi virus. Tidak hanya langkah pertama untuk mengambil infeksi HIV dini, pemeriksaan audit HIV juga dapat membantu Anda mengetahui infeksi yang sebelumnya tidak diketahui.

8. Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang

Tahukah Anda bahwa konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang lebih bermakna dalam penyebaran HIV daripada penggunaan obat-obatan dengan injeksi? Alasannya karena kedua zat adiktif dapat memimpin fungsi kognitif dalam membuat keputusan. NLKJR mengharuskan satu orang untuk melakukan perilaku berisiko di luar kendali diri. Ilustrasi itu seperti melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi atau berbagai obat dan jarum suntik dengan penderita HIV.

Itu sebabnya, setelah itu, yang dapat Anda lakukan sama dengan sistem yang jauh dari HIV AIDS adalah untuk menjauh dari atau kesimpulan menggunakan alkohol dan obat-obatan.

Sumber : kondomsutra.net

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *